Madinah
Alhamdulillah, Kami tiba di Bandara Madinah sekitar pukul 18.00 waktu Madinah (waktu Maghrib). Setelah pengurusan dokumen2 dan pengambilan barang, kami tiba ti hotel sekitar pukul 19.30. Perjalanan dari bandara ke penginapan hanya membutuhkan waktu +/- 20 menit, karena tiba sudah malam kami melihat sepanjang jalan hanya ada gurun-gurun pasir, tetapi pada saat memasuki kota telah terlihat rumah-rumah dan hotel-hotel. Mendekati penginapan kami melihat menara Masjid Nabawi yang Subhanallah sangat bagus sekali dan menakjubkan pada malam hari. Kami (25 orang) terpisah penginapan dengan rombongan kloter, alhamdulillah kami mendapatkan hotel yang berjarak +/- 200 meter dari Masjid Nabawi. Kami memulai untuk Sholat Arbain (Sholat wajib berjamaah selama 40 waktu tanpa terputus) pada esok hari di mulai dengan sholat shubuh. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa shalat di masjidku sebanyak 40 shalat, tidak terlewatkan satu shalatpun, niscaya dia akan terbebas dari api neraka,selamat dari siksa dan bersih dari kemunafikan”, Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Anas, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat sebanyak 40 hari berjamaah dan mendapatkan takbiratul ikhram (takbir pembuka shalat), dia dinyatakan mendapatkan dua pembebasan yaitu siksa neraka dan kemunafikan. Esok pagi pada pukul 02.30 waktu setempat kami berangkat menuju Masjid Nabawi, masjid terlihat masih kosong dikarenakan masih banyak jamaah yang belum berdatangan ke masjid Nabawi. Masjid Nabawi di buka mulai dari pukul 02.00 – 21.00 waktu setempat (kecuali Ramadhan). Kami mendapatkan tempat di depan, dekat dengan sekat antara tempat sholat laki-laki. Di Saudi Arabia adzan pagi dua kali, adzan pertama untuk membangunkan orang untuk sholat tahajud dan yang kedua Shubuh. Adzan sholat Tahajud dilakukan sekitar 1 – 1,5 jam sebelum adzan shubuh. Sewaktu kami di Madinah Adzan sholat Tahajud dilakukan sekitar pukul 04.30 dan adzan Shubuh sekitar pukul 05.30. Masjid selalu penuh oleh jamaah baik penduduk kota madinah maupun calon-calon jamaah haji dan umroh.
Dikarenakan jarak antara Masjid Nabawi dengan penginapan yang dekat, biasanya setelah sholat kami kembali ke penginapan. Dan 1 jam sebelum sholat wajib kami telah kembali ke Masjid. Pada hari pertama, saya dan 2 orang teman berniat untuk menunggu sholat Ashar di masjid tanpa harus kembali ke penginapan. Setelah selesai sholat, kami di minta oleh lascar dari Masjid Nabawi untuk Ziarah, awalnya kami tidak mengerti kalo kami di suruh untuk Ziarah ke Makam Rasulullah SAW, tetapi akhirnya kami mengerti karena banyak orang-orang yang memberitahukan kalo kami di minta untuk Ziarah ke Makam Rasulullah dan Sholat 2 rakaat serta berdoa di Raudhah. Subhanallah-walhamdulillah-waalaailahailallahu-Allahu akbar, Allah SWT beri kami kemudahan untuk ke Raudhah karena begitu banyak orang yang telah berhari-hari menunggu untuk dapat masuk ke Raudhah tetapi tidak bisa kesana. Raudhah adalah ruang diantara mimbar Rasulullah SAW dan Kamar/Makam Rasulullah SAW. Keutamaan Raudhah sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Diantara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku diatas telagaku”. Sehingga banyak orang yang rela berdesak-desakan untuk dapat masuk ke Raudhah terutama bagi wanita. Raudhah ini terletak di tempat sholat laki-laki sehingga untuk wanita di batasi waktunya, biasanya untuk ke Raudhah waktu-waktu untuk wanita adalah setelah sholat shubuh yaitu sekitar pukul 08.00 pagi hingga pukul 11.00 dan setelah sholat Dzuhur yaitu pukul 13.00 hingga 14.00. Karena waktu yang terbatas dan banyak yang ingin ziarah dan ingin ke Raudhah, maka kami di batasi hanya dapat sholat 2 rakaat karena bergantian dengan yang lain.
Suasana kota Madinah sangatlah nyaman, bersih, adem, dan orang-orangnya pun ramah-ramah. Kami sempat merasakan sewaktu kami tidak kebagian sholat di dalam masjid, kami sholat di halaman masjid, Allah SWT beri kami naungan awan agar kami tidak kepanasan, tiada putus-putus kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kami begitu banyak nikmat-Nya. Di Madinah kami mendapatkan catering 2 kali dalam sehari sehingga kami tidak perlu susah untuk mencari makanan, kami mencari makanan untuk sarapan saja.
Di sela-sela ibadah kami di Madinah kamipun berkunjung ke Masjid-masjid bersejarah yang ada di sekitar kota Madinah, antara lain :
- Masjid Quba’, Masjid ini adalah masjid pertama yang di bangun oleh Rasulullah SAW di wilayah Madinah sewaktu Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Jarak dari Masjid Nabawi +/- 3 km. keistimewaan masjid ini adalah : Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa telah bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba’ lalu sholat didalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umroh.”(Sunan Ibn Majah).
- Masjid Jum’ah, Masjid di mana tempat Rasulullah SAW sholat jum’at pertama dalam hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah. Letaknya kira-kira 1 km sebelah utara Msajid Quba’.
- Masjid Al-Ghamamah (Masjid Musholla), Letaknya di sebelah barat daya Masjid Nabawi, yang berjarak +/- 300 m. Rasullah SAW pernah sholat Ied di tempat ini.
- Masjid Abu Bakar Al-Shiddiq, Jarak dari Masjid Nabawi sekitar 335 m, dan dari masjid Ghomamah sekitar 40 m. Masjid ini adalah salah satu tempat yang digunakan sholat Ied oleh Rasulullah SAW dan diikuti oleh Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq pada masanya.
- Masjid Qiblatain, dinamakan dengan Masjid Qiblatain karena ayat perintah pindah kiblat, “…Palingkanlah mukamu kea rah Masjidil Haram…”, Q.S. Al-Baqarah ayat 144, turun ketika Rasulullah SAW sedang menunaikan sholat Dhuhur di tempat ini, maka di tengah sholat beliau berpaling menghadap ke Ka’bah. Masjid Qiblatain terletak dekat lembah Aqiq. Jarak dari Masjid Nabawi +/- 3,5 km.
- Masjid Ijabah, terletak di sebelah utara Baqi, +/- 583 m. Dinamakan masjid Ijabah menurut Imam Muslim meriwayatkan dari Amir ibn Sa’ad dari bapaknya : bahwa suatu hari Rasulullah SAW dating dari gunung dan ketika melewati masjid Bani Mu’awiyah, beliau masuk masjid dan shalat dua rakaat, dan kami shalat bersamanya. Rasulullah SAW berdoa panjang, lalu menghadap kami sambil berkata : “Aku telah mohon kepada Allah SWT tiga hal; ia mengabulkan yang dua dan menolak yang satu. Aku mohon kepada Allah SWt agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan dan kelaparan, Allah SWt pun mengabulkannya. Dan aku mohon agar Allah SWt tidak membinasakan umatku dengan menenggelamkannya, Allah SWT pun mngabulkannya. Dan aku mohon agar tidak ada fitnah dan perbedaan diantara mereka, (tetapi) Allah SWT tidak mengabulkannya.” (Shahih Muslim)
- Jabal Uhud, letaknya di dalam batas tanah Madinah sebelah utara yang membentang dari timur hingga barat.. Keutaman Jabal Uhud yaitu Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memandang Uhud sambil berkata : “Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kitapu mencintainya” (shahih Muslim). Di tempat inilah terjadinya perang Uhud, dan banyak para sahabat Rasulullah SAW yang menjadi syuhada diantaranya adalah Hamzah (paman Rasulullah dan mendapat julukan “Sayyid al Syuhada – Pemimpin para Syuhada”). Di sini juga para Syuhada di makamkan.
- Jabal Rumat (Jabal Ainain), yaitu sebuah bukit merah yang terletak di sebelah selatan makam syuhada, disamping wadi Qonat. Disebut Jabal Rumat karena di situ Rasulullah SAW menunjuk 50 orang pemanah (rumat) untuk bersiaga dalam perang Uhud, yang di komandani oleh Abdullah ibn Jabir RA. Rasulullah SAW berkata : “Lindungilah pasukan kuda jangan sampai mereka menerobos ke kita, dan tetaplah di temputmu, kalah atau menang, jangan sampai mereka masuk dari belakangmu”. Setalah kaum musyrikin kocar-kacir, para pemanah berteriak-teriak: “rampasan, rampasan”, sehingga mereka mengabaikan perintah komandannya. (Akibatnya) ketika kaum musyrikin melihat ada celah kosong, mereka langsung berputar kea rah belakang bukit dan balik mengepung kaum muslimin, hingga banyak dari sahabat yang menjadi syahid, dalam pertempuran tersebut Rasulullah SAW pun giginya patah.
- Makam Syuhada Uhud : Rasulullah SAW memerintahkan agar para syuhada Uhud dimakamkan di lapangan tempat terjadinya pertempuran, dimana dua tau tiga orang dikubur dalam satu liang. Kuburan ini dekat dengan Jabal Rumat, dan menziarahinya adalah sunnah.
- Masjid Al-Khandaq, daerah ini adalaha daerah tempat terjadinya perang khandaq. Di mana sebelum pertempuran kaum muslimin menggali parit (khandaq) untuk pertahanan diri atas usulan dari sahabat Rasulullah SAW yaitu Salman Al-Farisi RA. Masjid ini sendiri di bangun tahun 1424 H. Sebelum di bangun masjid besar ini terdapat 7 buah masjid salah satunya adalah Masjid Al-Fath (masjid Kemenangan)
- Baqi’ Al-Gharqad, Baqi’ adalah sebuah pemakaman di Madinah, dimana di kubur lebih dari 10 ribu sahabat, istri dan anak-anak Rasulullah SAW, serta tabi’in dan para pengikutnya. Menziarahinya adalah sunnah. Rasulullah SAW pernah memintakan ampun bagi penghuni Baqi’, yang terkenal dalam doanya (Shahih Muslim)
- Perkebunan kurma. Madinah terkenal dengan perkebunan dan buah kurmanya yang sangat enak dan bagus. Keutamaan makan buah kurma adalah : Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa di waktu pagi hari makan 7 butir kurma dari kedua labah (yaitu batas sebelah timur dan barat), ia tidak akan kena racun hingga sore hari” (shahih Muslim: 2047). Sementara hadits lain membatasi maksud kurma di atas dengan kurma ‘ajwah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa di waktu pagi makan 7 butir kurma ‘ajwah, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir” (shahih Bukhari no. 7569)
- Pasar Kurma (Suqut Tamr). Dibangun pada tahun 1982 M, terletak +/- 300 m di selatan Masjid Nabawi. Di pasar ini dijual berbagai macam dan jenis kurma. Selain kurma, di tempat ini juga dijual coklat, kacang Arab, kismis, buah zaitun, buah tin dan berbagai makanan hasil olahan dari bahan dasar kurma.
- King Fahd Al Qur’an Printing (Percetakan Al Qur’an). Dari masjid Nabawi sekitar 10 km. Disini kita dapat melihat dari dekat percetakan Al Qur’an yang katanya terbesar dan tercanggih di dunia. Disini juga kita dapat membeli Al Qur’an dan terjemah dalam berbagai bahasa dan berbagai ukuran, kaset murottal dari berbagai qari internasional. Yang boleh masuk ke percetakan hanya laki-laki saja dan di larang membawa kamera, handycam maupun handphone yang berkamera.
Masih banyak tempat lainnya, tetapi kami tidak mengunjunginya seperti Universitas Islam Madinah, Masjid Imam Bukhari, Masjid Utsman, Masjid Umar, dll.
Madinah Al Munawwarah adalah kota yang tidak akan di masuki oleh Dajjal selain kota Mekkah Al Mukarramah. Kota Madinah sangat nyaman untuk hidup. Di kota ini jasad Rasulullah SAW, dan dua orang sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA di makamkan tepatnya di bawah kubah Hijau di Masjid Nabawi.
Kota Madinah adalah bagian dari bumi yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW ketika Hijrah : “Ya Allah, Engkau keluarkan aku dari bagian bumi yang paling aku cintai, berilah aku tempat menetap di bagian bumi yang paling Engkau cintai”.
Aku pernah sholat di halaman Masjid Nabawi karena tidak kebagian sholat di dalam Masjid, Subhanallah, Allah SWT melindungi kami dari panasnya Matahari dengan menutupi kami dengan awan di atas Masjid Nabawi. Banyak sekali kemudahan, kelancaran yang Allah SWT berikan kepada kami.
Jika Sholat di Masjid Nabawi tidak di perbolehkan membawa handphone yang berkamera, karena di takutkan akan mengambil gambar yang menyebabkan menjadi syirik. Sebelum masuk ke dalam masjid, setiap orang akan di periksa oleh lascar. Untuk laki-laki akan di periksa di depan pintu masuk laki-laki dan akan di periksa oleh lascar laki-laki. Begitu juga dengan wanita, di depan pintu masuk sudah bersiap lascar wanita yang akan memeriksa tas-tas yang di bawa.
Setelah selesai pelaksanaan sholat Arbain selesai kami di rencanakan berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan umrah sebelum kami berhaji. Dikarenakan kami berhaji Tamattu, maka kami di wajibkan membayar denda/dam dengan seekor kambing. Karena selesai Arbain yaitu sholat isya maka kami berangkat dari Madinah setelah sholat Isya.
Karena kami akan melaksanakan umrah, maka kami menggunakan pakaian ihram mulai dari hotel. Dan pada saat itu adalah hari yang sangat dingin, buat wanita, dapat menggunakan jaket, tetapi untuk kaum laki-laki hanya menggunakan 2 buah kain ihram, dan membuat mereka semua kedinginan. Alhamdulillah Allah SWT beri kekuatan kepada kami untuk menahan dinginnya angina malam. Kami berangkat dari penginapan sekitar jam 10 malam, dan tiba di Masjid Miqat / Dzul Hulaifah (bir Ali) sekitar jam 11 malam. Di Masjid ini kami melaksanakan sholat sunnah Ihram setelah sholat tahiyatul masjid. Dan disini kaum laki-laki benar-benar hanya menggunakan 2 lembar kain ihram, untuk selanjutnya kami berniat umrah. Karena saling tunggu akhirnya kami baru berangkat dari Miqat sekitar pukul 02.00 pagi untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Mekkah yang berjarak +/- 480 km.
Di sepanjang jalan kiri dan kanan yang terlihat hanya padang pasir yang luas walaupun kami berjalan di malam hari tetapi kami melihat tidak ada tanda-tanda kota yang berdekatan dan tidak ada lampu yang menyala yang menandakan kehidupan. Kami membayangkan pada zaman Rasulullah SAW, mereka menggunakan unta dan kuda untuk jarak yang sangat jauh dan di padang pasir yang tidak ada sama sekali kota, dengan panas matahari yang panas menyengat di siang hari dan dingin yang sangat mencengkram tulang-tulang di malam hari. Hal tersebut membuat kami sedih untuk meninggalkan kota Madinah, meninggalkan Rasulullah SAW yang kami cintai. Entah kapan kami akan dapat bertemu dan dapat kembali dengan kota yang sangat menyenangkan ini. Kami bertalbiyah, bersalawat dan semua berdoa semoga kami dapat kembali ke tanah ini dan dapat bertemu kembali secepatnya.
Labbaika Allahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarika laka Labbaik
Innal-hamda wanni’mata laka walmulka
Laa syarika lak
*> Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan- Mu
Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu
Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah Milik-Mu
Tidak ada sekutu bagi-Mu
Allahumma Salli wa sallim ‘ala Muhammadin wa’ala ali Muhammad
Ya Allah limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, Sahabat, dan umatnya.